Sunday, December 11, 2011

Kisah Nabi Adam A.S.



Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kerisauan Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka risau kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kerisauan para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna


Iblis Membangkang

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah." 


Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan." 

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini." 

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami." 

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. 

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25 


Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Friday, December 2, 2011

Fakta Tentang Azan



Ketahuilah bahawa setiap waktu, ribuan bilal di serata dunia akan melaungkan azan, mengakui "BAHAWA ALLAH SAHAJA YANG PATUT DISEMBAH, dan Nabi Muhammad adalah pesuruh ALLAH".

Dimulakan dengan INDONESIA yang terletak dibahagian Timur dengan ratusan kepulauannya dan jumlah penduduknya seramai 180 juta. Sebaik masuk waktu Subuh, Azan mula berkumandang dari kawasan ini dengan ribuan Bilal akan melaungkan keagungan ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW. Proses ini akan bergerak kearah barat kepulauan Indonesia. Perbezaan masa antara timur dan barat Indonesia adalah 1-1/2 Jam.

Belum pun laungan Azan di merata Indonesia selesai, ianya bermula pula di Malaysia.

Berikutnya di Burma dan dalam masa 1 jam selepas Azan dilaungkan di Jakarta, tiba giliran Dacca di Bangladesh. Berikutnya laungan akan kedengaran di Calcutta dan terus ke Srinagar di barat India.

Perbezaan waktu dikota-kota Pakistan adalah 40 minit, jadi dalam jangka masa ini, Azan akan berkumandang diseluruh pakistan. Belum berakhir di Pakistan, Azan akan bermula pula di Afghanistan dan Muscat. Perbezaan waktu diantara Muscat dan Baghdad adalah 1 jam. Dalam jangka masa ini, Azan akan berterusan dilaungkan di UAE, Makkah, Madinah, Yaman, Kuwait dan Iraq.

Proses ini berterusan setiap detik sehingga ke pantai Timur Atlantik. Jarak masa Azan mula dilaungkan di Indonesia sehingga ke pantai Timur atlantik adalah 9-1/2 Jam.

Belum pun Azan Subuh berkumandang ke pantai Timur Atlantik, Azan Zuhur kini sudah mula dilaungkan di indonesia, Ini berterusan bagi setiap waktu sembahyang, tidak putus-putus.

Subhanallah, begitu hebat dan agungnya ISLAM....!!!!

Kalaulah setiap kawasan boleh memasang pembesar suara (yang power habis *_*), akan bergegar lar satu dunia dengan laungan Azan tidak putus-putus.

Allahu Akhbar....!

Thursday, October 27, 2011

Sejauh mana fahamya kita ttg Islam?

Adakah kita meletakkan koleksi firman Allah y tercetak dlm Al-Quran sbg kata2 hikmah semata? menjadi penghias laman blog, facebook, dinding rumah dalil kata semata2 tanpa kita terap habis pelajaran dan pengajaran berguna dari kandungannya sebagaimana Rasulullah saw perkata dan pertunjuk menerusi tingkah & akhlak.
kita lah manusia y rugi, sgt rugi.

Lihat pelaku A: dia solat,  tidak menampakan ciri fizikal seorang muslim (faham islam sipi2 shj) ttp tidak suka membuang masa, dia suka beraktiviti di luar selama berhari @ berminggu2.
Lihat pelaku B: solat, menampakan ciri fizikal seorang muslim, tahu dan agak faham.

:::Malangya pelaku B y tahu isi & perintah Allah & Rasul Wal Asr, demi masa sesungghunya manusia terbiar, melainkan y beriman dan beramal soleh, ttp pelaku itu lah juga y sendiri mengkhianati perintah itu, bukan kita seorang y fasik?
fikir2, kita belum cukup 'print' dari apa suruhan Al-Quran. Sedangkan pelaku A y tidak ciri fizikal seorang muslim telah menegakkan prinsip islam dan menerapkan sebahagian pelajaran al-Quran itu dalam dirinya. kita adalah y sebaliknya si pelaku B! maaf mungkin penulis agak bias, seolah2 menyokong pelaku A ttp inilah ibrah buat semua.

Sejau mana kita men'copy' & m'paste' makna al-quran dalam peribadi, jgn sekadar tinggalkan 'fingerprint' di cover al-quran. 
Semoga kita menjadi hamba y selalu bermuhasabah dan memberi nila tambah buat kita y selalu daif di sisiNya.
glitter-graphics.com

Tuesday, October 25, 2011

Pahlawan Neraka



Kawan-kawan dan sahabat-sahabatku,janganlah kita berjuang atas niat yang lain selain berjuang kerana Allah s.w.t. dan ingin menegakkan agamanya iaitu Islam.


Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing. Di sana Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

                        "Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat. Mendengar perkataan itu, Rasulullah s.a.w. pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka." Para sahabat menjadi hairan mendengar jawapan Rasulullah s.a.w. itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah s.a.w. itu. Rasulullah s.a.w. sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas Baginda s.a.w. berkata, "Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."

                        "Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka." Menurut Rasulullah s.a.w. lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, "Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang."

Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.


Wednesday, September 28, 2011

Inilah Bahagia...


  • Daripada Shuhaib r.a, sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud : " Sungguh menakjubkan urusan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah kebaikan. Apabila mendapat nikmat, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa ujian (kesempitan), maka dia bersabar dan itu kebaikan baginya." (Riwayat Muslim dalam al-Zuhud,no.8, halaman 125)
  • Yahya bin Khalid al-Barmaky, seorang menteri yang masyur pada zaman Bani Abbasiyah, ditanya: "Apakah yang dimaksudkan dengan bahagia, wahai tuan?". Jawabnya: "sentosa perangai, kuat ingatan, bijaksana akal, tenang dan sabar menuju maksud."
  • Seorang penyair yang bernama Hutai'ah berkata: "menurut pendapatku, bukanlah kebahagiaan itu pada mengumpul harta benda tetapi takwa kepada Allah itulah bahagia"
  • Ibn Khaldun berpendapat: "Bahagia itu ialah tunduk dan patuh mengikut garis-garis yang ditentukan Allah dan berperikemanusiaan."
  • Ibn Mas'ud r.a. apabila ditanya: "Apakah engkau bersedih kerana kehilangan sebelah kakimu?". Beliau menjawab: "Bukankah Allah telah meninggalkan untukku yang sebelah lagi?"


Benarkan kebahagiaan itu adalah kepuasan pada hati? Bukankah manusia itu tidak akan pernah puas? Selagi mana ia berada di dunia, ia pasti berhadapan dengan kekurangan dan ketidaksempurnaan. Nafsu manusia tidak pernah pudar, malah semaking ingin mengejar kesempurnaan. Kurang popular, kurang kaya, kurang cantik, kurang sihat dan pelbagai tuntutan nafsunya lagi. Tidak akan ada penghujung kemahuan manusia.
     Selamilah dasar hati, percayalah bahawa sesungguhnya bahagia itu terikat pada hati yang mempunyai sifat reda dan tawakkal yang tinggi kepada Allah S.W.T.

Tuesday, September 27, 2011

Gorgeous... Prophet Muhammad SAW

Rasulullah SAW:  "Kehidupanku kebaikan buat kalian, wafatku kebaikan bagi kalian", maka berkata lah para sahabat: "Wahai Rasulullah, kehidupanmu tetap merupakan kebaikan bagi kami, maka bagaimana dengan wafatmu menjadi kebaikan bagi kami?"


Rasul SAW bersabda: "Kehidupanku kebaikan bagi kalian, kuajarkan sunnah dan ku ajarkan syariah pada kalian, kalian bebuat dan mendapat pahala, wafatku bagi kalian didatangkan kepadaku amal2 kalian, bila kulihat padanya catatan kebaikan maka aku memuji ALlah, bila kulihat catatan amal buruk maka aku beristighfar untuk kalian".


Baiknya Rasulullah SAW, baginda rasa prihatin terhadap penderitaan dan penanggungan baik pahala atau dosa kita selaku umat dalam jangka panjang. Itulah baginda kekasih ALlah, tebarkan selawat...

Sunday, September 25, 2011

Alamak, terlupa!


Manusia memang pelupa. Sering terlupa tempat barang miliknya diletak, terlupa ada temu janji, terlupa isi-isi penting pelajaran dengan tepat dalam peperiksaan dan sebagainya. Sebab itulah manusia perlukan organizer dan reminder.
   
    Tidak mengapa jika manusia sering terlupa itu dan ini. Bukankah manusia dinamakan 'manusia' kerana sifatnya yang pelupa? Itulah asal maksud perkataan al-insan daripada kata akar nasiya (lupa). Namun, jangan sekali-kali kita terlupa bahawa kita pernah beraku janji dengan Pemilik timur dan barat serta Pencipta langit dan bumi. Kita pernah 'menandatangani' satu kontrak dengan Pencipta kita. Itulah kesaksian tauhid.



   Allah berfirman yang bermaksud: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?'

      "Mereka menjawab: 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan : 'Sesungguhnya kami (bani Adam) ialah orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)." (surah al-'Araf 7:172)


     Jika kita selalu ingat "aku janji" dan "kontrak" yang pernah ditandatangani dulu, maka perjalanan kita mencari redha Allah pasti akan jarang tersasar walau iman ada naik turunnya.

     Kekalkan fokus demi memenuhi "aku janji" yang pernah dimeterai dulu dengan sentiasa mengikut majlis ilmu dan mengamalkan ilmu yang ada, bergaul dengan orang yang soleh dan selalu muhasabah.






(Dipetik dari sumber: Majalah Solusi, edisi 32)

Saturday, September 24, 2011

Tujuan Ibadah untuk Bersihkan Hati


Tentu masih ramai tertanya-tanya kenapa kita beribadah selama ini. Sebenarnya seluruh amal ibadah dalam Islam sebenarnya bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualiti hati kita.
Kalau hati kita berkualiti, pasti amalan kita juga berkualiti.
Solat
Tujuan utama solat adalah untuk mengingati Allah, Firman Allah dalam Surah Taha : ayat 14, "Dan dirikan solat untuk mengingati-Ku". "mengingati Allah" yang dimaksudkan di sini adalah merasakan kehadiran Allah dalam diri sehingga menimbulkan rasa takut, kagum, malu, hina, dan harap kepada Allah dalam hati.

Puasa
Tujuan puasa adalah untuk melahirkan sifat takwa iaitu mampu mengawal diri dan berhati-hati dengan hukum-hakam Allah. Sebagai contoh adalah firman Allah dalam surah Al-Baqarah, ayat 183,"Wahai orang yang beriman,diwajibkan berpuasa ke atas kamu untuk berpuasa sepertimana orang yang terdahulu daripada kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa.". Takwa itu juga terletak dalam hati. Sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud: "Takwa itu di sini (sambil menunjukkan dada Baginda)." Dengan sifat takwa,seseorang itu akan naik "darjahnya" di sisi Allah. Firman Allah dalam surah Al-Hujurat, ayat 13,"Sesungguhnya manusia yang mulia di sisi-Ku ialah mereka yang bertakwa."

Zakat
Tujuan mengeluarkan zakat adalah untuk melatih hati agar mampu memberi kepada orang lain. Sasaran ibadah zakat ialah untuk melunturkan sifat tamak, rakus dan pentingkan diri sesama manusia. Zakat itu kata asas yang bermaksud "bersih". Zakat fitrah adalah untuk "membersihkan" diri, manakala zakat harta adalah untuk "membersihkan" harta. Dan dengan kebersihan diri dan harta ini akan bersihlah hati seseorang daripada kekotoran sifat mazmumah.

Haji
Ibadah haji meletakkan hati sebagai sasaran. Haji hakikatnya adalah kembara seorang hamba membawa hatinya menuju Allah.

Korban
Ibadah korban bertujuan "menyembelih" rasa cinta selain Allah dalam hati manusia untuk hanya mencintai Allah. Firman Allah dalam surah Al-Hajj, ayat 37,"Daging dan darah(haiwan korban) itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu..."

Saturday, September 10, 2011

Tanzim PERPPISLD 2011/2012




Pada tarikh 5 September 2011 yang lalu, bertempat di HPA Halal Mart, merupakan tempat mesyuarat agung (Muktamar) PERPPISLD yang telah diadakan kali yang ke-3 semenjak penubuhan PERPPISLD bagi melantik Pimpinan (Tanzim) sesi 2011/2012. Dengan perlantikan itu juga, Tanzim bagi sesi 2010/2011 telah dibubarkan secara sah sambil disaksikan oleh Mursyidul Am serta ahli-ahli PERPPISLD. Berikut merupakan carta organisasi PERPPISLD yang terbaru bagi sesi 2011/2012.

AMIR : Abdurazik bin Abdullah @ Tan Chin Khoon
TIMB.AMIR : Akmal Fadzeel Haizee bin Jamaludin
AMIRAH : Hasnawati binti Lamangka
TIMB.AMIRAH : Salmah  binti Sulaiman
BENDAHARI MUSLIMIN : Wan bin Mohd Sani
BENDAHARI MUSLIMAT: Nur Wafa binti Amsain
SETIAUSAHA MUSLIMIN : Norijan bin Mohammad
SETIAUSAHA MUSLIMAT: Nurul Syakinah binti Syaning
PENGERUSI LTD : Mohd Hanafi bin Mohd Sabtal
TIMB.PENGERUSI LTD : Ana Siti Sarpina binti Saripudin
PENGERUSI LPI : Madrizal bin Kalinggalan
TIMB.PENGERUSI LPI : Noor Maira binti Ibni Hasyim
PENGERUSI LKS : Syarif Mohd Khairummuzammil bin Eriles
TIMB.PENGERUSI LKS : Siti Marlin binti Salleh




Thursday, September 1, 2011

Muktamar PERPPISLD sesi 2010/11

Assalamualaikum dan selamat menyambut hari raya kepada semua ahli PERPPISLD serta pengunjung. Sukacita saya maklumkan bahawa PERPPISLD akan mengadakan Muktamar (Mesyuarat Agung) PERPPISLD bagi membubarkan pimpinan sesi 2010/11 dan melantik pimpinan yang baru untuk sesi 2011/12. Oleh itu, semua ahli PERPPISLD dijemput hadir pada ketetapan berikut :

Tarikh: 05 September 2011 (Isnin)
Tempat: HPA Halal Mart,Bandar Sri Perdana,Lahad Datu,Sabah.
Masa: 9.00 Pagi- 12.30 T/Hari


Antara agenda yang akan diketengahkan adalah:

  • Ucapan Pengerusi
  • Ucapan daripada Penasihat
  • Laporan daripada setiausaha (Mesyuarat/aktiviti tahunan)
  • Laporan bendahari (Kewangan)

Thursday, August 25, 2011

MARHABAN YA RAMADHAN



TAKEN FROM SOMEONE AND SOMEWHERE ELSE...

Wahai dikau...renunglah engkau akan nasib diri
Wahai qalbu...sedarkah engkau akan gerak hati
Wahai aqal...terfikirkah engkau akan apa yang bakal terjadi
Andai ini merupakan Ramadhan yang terakhir kali buatmu
Sekujur jasad yang bakal berlalu pergi
Tatkala usia bernoktah di penghujung kehidupan duniawi
Pabila tiba saat tepat seperti yang dijanji Ilahi
Kematian...adalah sesuatu yang pasti

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu siangnya engkau sibuk berzikir
Biarpun anak tekak kering kehausan air
Tentu engkau tak akan jemu melagukan syair
Rindu mendayu..merayu...kepada-NYA Tuhan yang satu

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
Solat yang dikerjai...sungguh khusyuk lagi tawadhu'
Tubuh, minda, dan qalbu...bersatu memperhamba diri
Mengadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji
"Innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan sekelian alam]

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tidak akan kau persiakan walau sesaat yang berlalu
Setiap masa tak akan dipersia begitu saja
Di setiap kesempatan juga masa yang terluang
Alunan Al-Quran bakal kau dendang...bakal kau syairkan

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu malammu engkau sibukkan dengan pesta-pestaan
Berterawih...berqiamullail...bertahajjud...
Mengadu...merintih...meminta belas kasih
"Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
Oleh itu duhai Ilahi...kasihanilah daku hamba-MU ini

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu dirimu tak akan melupai mereka yang tersayang
Ayuh ke mari kita meriahkan Ramadhan
Kita buru...kita cari...suatu malam idaman
Yang lebih berkat dari seribu bulan

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
Tentu engkau bakal bersedia batin dan zahir
Mempersiap diri...rohani dan jasmani
Menanti-nanti jemputan Izrail
Di kiri dan kanan ...lorong-lorong redha Ar-Rahman

Duhai Ilahi...
Andai ini Ramadhan terakhir buat kami
Jadikanlah ia Ramadhan paling bererti...paling berseri...
Menerangi kegelapan hati-hati kami
Menyuluhi diri ke jalan menuju redha serta kasih sayang mu Ya Ilahi
Semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

Namun saudara...
Tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
Samada Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali
Hanya yang termampu bagi seorang hamba itu
Berusaha...bersedia...meminta belas-NYA
Andai benar ini Ramadhan terakhir buat kita

Andai benar ini Ramadhan terakhir buatku
Maafkanlah segala dosa-dosaku
Daku hanyalah seorang insan biasa
Mencari kasih Illahi yang abadi
Duhai Ilahi....kasihanilah daku, kekallah diri ini dalam iman yang abadi
Dan hanya kepada-Mu, daku berharap...

Tuesday, August 16, 2011

Ramadhan, Bulan Yang Penuh Rahmat


Bulan Ramadhan benar-benar memberikan pulangan yang besar dan ibarat pasar untuk dagangan ke akhirat. Ditamsilkan juga seperti tanah yang subur untuk bercucuk tanam menuju ke sana. Perbuatan yang hidup dan cergas di dalam bulan ini dikiaskan seperti hujan April yang turun pada musim bunga. Bulan ini juga merupakan festival yang amat mulia bagi orang-orang yang mengabdikan diri kepada tuhannya. (The Risale-i Nur Collection, Letters, The Twenty-Ninth Letter).
Seperti yang diungkapkan Bediuzzaman Said Nursi kepada kita melalui kalimat yang indah ini, bulan Ramadhan mempunyai kuasa suci bagi perayaan umat Islam. Umat Islam yang bertakwa dan hidupnya sentiasa mencari keredhaan Allah tidak akan mengabaikan kewajipannya untuk berpuasa sepanjang bulan ini dengan penuh semangat dan keghairahan.
Puasa, seperti yang diwajibkan Allah "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Surah al-Baqarah: 183) dan "...berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (Surah al-Baqarah: 184) merupakan tugas yang tidak ternilai faedahnya bagi umat Islam. Kewajipan yang dilaksanakan oleh semua umat Islam akan meningkatkan semangat perpaduan di kalangan mereka yang bertebaran di serata alam. Kenyataan ini berdasarkan dengan aktiviti yang dilakukan bersama-sama ini sekaligus menguatkan kekuatan spiritual. Nabi Muhammad s.a.w. juga memperincikan kepentingan Ramadhan seperti berikut:
"Hai manusia! Telah datang kepada kamu satu bulan yang mulia, bulan rahmat... dimana bulan ini mewajibkan kamu berpuasa di siang hari dan sukarela bersolat pada malamnya. Barangsiapa yang mendekati Allah dengan melakukan segala amalan sunat di bulan ini akan menerima ganjaran seperti melakukan amalan wajib di lain hari. Ini merupakan bulan kesabaran dan kesabaran itu imbuhannya syurga. Ini juga bulan sedekah dan bulan dimana rezeki orang beriman bertambah..." (Diriwayatkan Ibn Khuzaymah).
Berpuasa menjadi peluang keemasan bagi orang beriman yang benar-benar takutkan Allah dan kesempatan dimanfaatkan untuk mendekatkan diri pada-Nya. Melaksanakan perintahnya dengan bersabar menahan lapar sepanjang hari selepas melewatkan sahur dan sebelum menyegerakan berbuka menjadi bukti menuntut keredhaan Allah. Disebabkan itulah, orang Islam yang istiqomah mencari keredhaan Allah akan meraikan bulan ini dengan penuh kesyukuran dan kegembiraan. Sepanjang bulan ini juga umat Islam akan memastikan setiap langkahnya dipenuhi dengan amalan-amalan yang diturunkan Allah selain menunaikan yang diwajibkan.
Tidak kurang juga mereka yang tidak mengamalkan hidup secara Islami di hari lain akan mengubah perilaku dengan berpuasa sepanjang Ramadhan. Ini kerana mereka percaya Allah akan membersihkan dan menyucikan kesalahan mereka dengan menunaikan kewajipan ini. Dengan itu, secara tidak langsung bulan ini bermakna seseorang itu akan mendekati agamanya dan meninggalkan perbuatan buruk yang dilakukannya.
Bulan ini juga sesungguhnya telah menurunkan kadar jenayah dengan peratusan yang tinggi di seluruh negara Islam. Penipuan, pengkhianatan, fitnah dan umpat mengumpat akan ditinggalkan kerana mereka menyedari akan larangan ketika berpuasa. Semangat dan keazaman mereka untuk berfikir dan melakukan perbuatan baik juga meningkat. Dalam erti kata lain, berpuasa seperti memandu mereka untuk berfikir sesuatu yang tidak pernah terlintas langsung di minda mereka. Bagi sesetengah individu pula, bulan ini digunakan untuk berehat sambil melakukan amal yang soleh dan perbuatan mulia.
Di dalam kalimat yang lain, Bediuzzaman Said Nursi menerangkan bagaimana semua pancaindera orang berpuasa beralih arah dalam pengabdian:
Kejayaan yang bermakna ketika berpuasa ialah dengan menjadikan semua pancaindera dan organ seperti mata, telinga, hati, dan fikiran turut sama berpuasa bersama-sama perut. Dengan ini akan mengelakkannya dari melakukan perkara yang sia-sia dan mendorongnya melakukan amalan pengabdian.
Salah satu hikmah dari berpuasa ialah membolehkan seseorang itu menzahirkan kesyukuran di atas segala rahmat yang Allah limpahkan. Musibatlah bagi mereka yang menggunakan sewenangnya rahmat Allah tetapi tidak tahu untuk berterima kasih pada yang memberi. Bagi mereka semua rahmat ini merupakan hak yang memang patut diterimanya. Allah banyak menyarankan kepada hamba-Nya di dalam Al-Quran supaya sentiasa bersyukur di atas rahmat yang dikurnai-Nya. Allah juga berjanji akan melipatgandakan rahmat bagi mereka yang bersyukur.
Orang yang berpuasa juga akan dilindungi Allah dari segala hasutan syaitan untuk melupakan manusia dari bersyukur. Mereka yang tidak pernah merenung untuk berfikir berapa banyak kurniaan yang telah Allah turunkan akan mula mengucapkan syukur berulang kali di atas segala peluang dan kesihatan yang dikecapinya. Bediuzzaman Said Nursi megatakan bahawa berpuasa di bulan Ramadhan adalah "kunci kepada kebenaran, keikhlasan, kemuncak dan kesejagatan syukur".
Tambahan pula, mereka yang berpuasa akan merasai betapa kerdilnya dirinya di hadapan Allah dan memahami betapa perlunya dirinya kepada Allah. Segala desakan nafsunya menjadi lemah dan kesombongannya bertukar luntur. Memetik dari buku Bediuzzaman Said Nursi:
Bulan Ramadhan akan mengubah jiwa naluri seseorang. Dari sekaya-kaya menjadi semiskin-miskin kerana memahami bahawa harta itu bukan miliknya malah kepunyaan semua orang. Dirasakan juga dirinya tidaklah merdeka tetapi adalah hamba. Diketahui sekiranya tidak diterima sebarang arahan, tidak akan berupaya melakukan sebarang kerja mudah dan senang ibarat tidak dapat menyentuhkan tangan ke dalam air.
Selain pelbagai faedah yang diperolehi dari berpuasa, kesabaran juga antara karakter yang boleh dipupuk dan meyakini kesengsaraan itu mendidik untuk memajukan seseorang. Sebab itulah Bediuzzaman Said Nursi mengatakan: "puasa itu merupakan penawar bagi mereka yang kurang kesabaran dan kurang ketahanan walaupun digabungkan masalah dua orang dalam satu individu". Semua ganjaran yang Allah janjikan akan dikurniakan bagi mereka yang memenuhi kewajipan dengan berpuasa untuk meningkatkan keimanan kepada-Nya. Semua ganjaran ini merupakan balasan di atas ketaatan kepada agama yang dilakukan dengan penuh semangat walaupun orang lain tidak tahu betapa payahnya ketika berhadapan dengan kelaparan ini.Apa yang dijelaskan tidaklah merangkumi semua faedah yang diperolehi dari bulan Ramadhan dan puasa. Ada banyak lagi kebaikan yang tidak kita ketahui atau tidak dihargai tetapi Allah tetap mengurniakannya pada kita di sebalik kewajipan puasa itu.


MUQAYYAM RAMADHAN

Alhamdulillah...kini kita sudah berpuasa sehingga 16 Ramadhan.. tak lama lagi kita akan menjalani salah satu keistimewaan Ramadhan iaitu malam Lailatul Qadar...hehe..tak sabar-sabar ni...rindu nk buat Qiamullail,tp nmpknya buat sndri-sndri jak la time puasa ni...kawan-kawan PERPPISLD dan semua pengunjung blog ni, jangan lupa ya, 10 puasa terakhir nanti, kita buat temujanji dengan Allah..."online" dengan Allah awal-awal pagi ya...:DD

" Sesungguhnya Kami turunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu, apakah itu malam Lailatul Qadar? Lailatul Qadar adalah lebih baik dari seribu bulan. " Surah Al-Qadr (ayat 1-2)

Ok.. Kita teruskan dengan agenda utama kita.. tentu ramai yang sudah mengetahui tentang Muqayyam Ramadhan yang bakal diadakan. Oleh itu, disini saya ingin menjelaskan tentang butir-butir program tersebut.

Tarikh Diadakan : 27 dan 28 Ramadhan( 27 dan 28 Ogos 2011)
Tempat Diadakan : PASTI Al-Falah, Taman Aman Jaya, Lahad Datu.
Masa : 8.00 AM(27 Ogos 2011) sehingga 11.30 AM(28 Ogos 2011)

insyaAllah akan terus diberitahu dari semasa ke semasa.


Saturday, July 30, 2011

Konsert MANIS 2011

Assalamualaikum rakan-rakan sekalian. Pertama sekali,saya ingin meminta maaf akibat lambat memasukkan gambar-gambar sewaktu Konsert MANIS yang telah diadakan pada tarikh 23/07/2011.
InsyaAllah selepas ini saya akan cuba untuk memasukkan gambar lagi ke dalam blog ini. ^.^



Gelagat yang dilakukan di belakang pentas oleh kumpulan UNIC sementara menunggu waktu melakukn persembahan. 

Kumpulan FIRAST

Kumpulan Pelajar tingkatan 6 yang bersekolah di SMK Sapagaya.
Dalam konsert itu, mereka melakukan persembahan Pentomen.

Mohd Hanafi, Ahli PERPPISLD yang dipilih untuk menjadi pengacara sewaktu konsert tersebut

M.C. in Action.

In action again.


Persembahan Ustaz Manis yang dibantu oleh Pelajar-pelajar tingkatan 6












Antara penonton yang paling awal tiba.

Thursday, July 21, 2011

1 Minit Setiap Hari

* Langkah 1:
* Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah yang fasih:
* * SUBHANA'LLAH
* * ALHAMDULI'LLAH
* * LAA I LAAHA ILLA'LLAH
* * ALLAHU AKBAR
* * ASTAGHFIRU'LLAH
* * LAA ILAAHA ILLA'LLAH, MUHAMMADUR RASULU'LLAH
* * ALLAHUMMA SALLI WA SALLIM WABARIK 'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA AALIHI WA SAHBIHI AJMA'EEN

* Langkah 2:
* Hayatilah sedalamnya akan makna ayat demi ayat,perkataaan demi perkataan.

* Langkah 3:
* Amalkan ayat-ayat di atas setiap hari, sebaiknya anda ajarkan ayat-ayat ini kepada rakan-rakan anda. INGAT..umat Islam adalah bersaudara,semoga kita dapat saling ingat mengingati. Jika kita teringat akan Allah,jangan diamkan sahaja,tetapi ajak rakan-rakan anda untuk mengingati Allah juga sekiranya mereka terlupa.

USRAH, dimulakan dengan tasbih Kaffarah

Satu malam yang dingin. Sejuk.

Malam yang menemukan saya dengan beberapa orang kawan baru. Saya baru di tingkatan empat ketika itu di Kolej Islam Sultan Alam Shah. Ada satu waktu yang memang ditetapkan oleh pihak sekolah untuk usrah atau dalam kata lain grup studi berkaitan Islam. Dan pada malam itu kami dibahagikan ke dalam usrah.
Mentor usrah saya atau kami panggil ‘naqib’ pada malam itu lengkap memakai serban. Kemas. Dia memulakan usrah dengan beberapa tazkirah ringkas dan penerangan tentang rukun usrah yang tiga itu – Taaruf, tafahum, takaful.
Mata saya mula kemerahan. ‘Ah, Benda sama lagi!’
“Baiklah, sebelum abang mengakhiri usrah ini, abang suka hendak memberitahu kamu semua tentang apa itu usrah bagi abang.”
Naqib saya itu kemudian menyambung, “Usrah itu bermula dengan tasbih kafarah dan berakhir dengan Al-Fatihah!”
Saya yang sedari tadi berasa mengantuk, terus segar kembali mendengar ayat tersebut. Kebiasaannya usrah dimulakan dengan surah Al-Fatihah sebagai pembukaan dan kemudian apabila selesai, kami semua akan membaca tasbih kafarah beramai-ramai.
Apabila dia berkata demikian, ia membawa maksud usrah bagi dia bukanlah pada waktu atau sesi yang ditetapkan itu. Usrah itu adalah di luar waktu
“Betul ke bang?” Saya tersenyum memandang wajah naqib saya itu. Timbul beberapa idea nakal dalam kepala.
Dia mengangguk.
Usrah bermula dengan tasbih kafarah
Sebulan selepas itu, saya mula menilai adakah naqib saya betul-betul mengotakan kata-katanya itu. Pada waktu itu saya dipilih untuk menyertai unit multimedia sekolah yang memang terkenal dengan kesibukannya.
Beberapa minggu mendatang saya mula tidak datang usrah. Kadang ada juga masa lapang tapi saya buat-buat sibuk juga.
“Azree, kenapa dah lama tidak datang waktu usrah?” soal naqib saya suatu petang.
“Eh, kan abang yang kata usrah itu bermula dengan tasbih kafarah? Saya selalu saja jumpa ahli usrah yang lain,” usik saya.
Muka naqib saya kelihatan merah. Dia tersenyum seketika.
“Ha, betul… betul… Kalau macam itu mari duduk berbual dengan abang sekejap.”
“Tak apalah bang. Saya ada kerja multimedia kena siapkan untuk esok pagi. Saya pergi dulu ya bang.” Saya mencari alasan dan berlalu dari situ.
Begitulah kisah saya semasa di sekolah dahulu. Penentang senyap Badan Dakwah dan Rohani(BADAR). Apa yang mereka larang, itulah yang saya buat.
Solat dalam bilik, tidak memakai kopiah apatah lagi serban, ponteng solat berjemaah, ponteng beberapa program penting untuk pembinaan diri, ponteng usrah, ponteng qiyamullail, ponteng kelas tadarus Quran, dan bermacam-macam ponteng lagi.
Tapi sekadar suka ponteng program sahaja.

Usrah di PLKN
Sebaik habis SPM, saya terpaksa menyertai Program Latihan Khidmat Negara(PLKN). Ramai orang kata program ini merosakkan akhlak dan sebagainya. Saya kemudian telah menetapkan sesuatu dalam minda, ‘Rosak macam mana pun, aku tak akan terpengaruh!’
Selepas dua minggu di dalam kem dengan jadual aktiviti yang padat sampai ke malam, saya mula mencari beberapa orang kawan yang kerap saya temui di surau. Kebiasaannya aktiviti pada waktu malam sedikit longgar. Jadi, saya mengajak kawan baru itu untuk ponteng aktviti malam.
“Kita buat usrah!” kata saya kepada mereka.
“Boleh ke ponteng aktiviti malam?”
“Jangan risau, aku dah biasa dengan perkara-perkara macam ini,” saya cuba memujuk mereka.
Aktiviti malam kadang-kadang ada sedikit kami perlu bersosial.
“Apa yang akan dibincangkan dalam usrah? Kita bukannya ada modul atau buku agama untuk jadi sumber rujukan,” soal seorang rakan yang lain
“Perbincangan dalam usrah bukan hanya apa yang ada dalam modul atau buku agama. Kita boleh berbincang perkara lain. Lagi pun ramai juga yang banyak ilmu agama di sini.”
Mereka akhirnya bersetuju dengan cadangan saya. Maklumlah, budak KISAS. Nasib baik mereka tidak tahu apa yang saya buat semasa di KISAS dahulu.
Malam pertama usrah kami berjalan lancar dengan aktiviti suai kenal dan berbual-bual.
Tidak lama kemudian aktiviti kami itu dihidu oleh beberapa jurulatih. Nasib baik dalam masa dua minggu itu saya sudah menjalin hubungan baik dengan hampir kesemua jurulatih. Termasuk jurulatih daripada kompeni lain.
Malam kedua usrah kami, seorang jurulatih muda turut menyertai. Dia baru sahaja keluar daripada universiti. Perbincangan dalam usrah kami menjadi lebih menarik dengan kehadirannya. Dia kemudian kami lantik sebagai naqib kami.


Dan usrah kami memang tidak hanya berlangsung semasa di surau sahaja. Kadang semasa sedang bermain bola, duduk-duduk bosan pada waktu petang, pada waktu makan malam, dan bermacam tempat dan waktu lagi.
Inilah yang saya panggil sebagai ‘Usrah dimulakan dengan tasbih kafarah’. Dengar kata sekarang jurulatih muda itu bekerja sebagai penulis di majalah Gempak.
Dan bilangan ahli usrah kami juga bertambah. Cuma bilangannya tidak tetap kerana kami menganggap waktu usrah itu sekadar majlis perkongsian ilmu. Siapa hendak datang, dialu-alukan.
Begitulah saya berusaha menjaga diri saya semasa di PLKN. Kadang ada juga waktu hampir terpengaruh dengan perkara yang kurang baik, tapi pandai-pandai sendirilah.
Berjumpa rakan sekolah di PLKN
Kem PLKN kami merupakan antara kem terbaik seluruh Malaysia – Kem Perkasa, Mantin, Negeri Sembilan. Jadi, banyaklah kem lain datang bertandang ke kem kami.
Ada juga kem yang membuat perlawanan persahabatan dengan kem kami. Jadi sempatlah juga saya berjumpa dengan beberapa rakan sekolah lama. Ada yang dahulunya antara orang kuat BADAR semasa di KISAS.
Tetapi semasa kami berjumpa, ternyata dia sedikit berubah. Dia datang berdua bersama dengan seorang perempuan. Cerita seorang rakan lain mengatakan sudah beberapa kali dia keluar berdua-duaan dengan perempuan tersebut.
Dalam hati tertanya-tanya, ‘Mana semangat berkobar-kobar dia semasa di KISAS dahulu?’
Dan semasa di matrikulasi, kawan saya itu menjawat jawatan penting dalam jabatan yang mengendalikan usrah. Itulah yang sering saya nasihatkan kepada adik-adik di mana-mana sekolah agama semasa mengendalikan program, “Hiduplah sederhana yang mungkin. Takut nanti tergigit kata-kata sendiri.”

Usrah Cyber
Orang kata apabila kita berada di satu tempat yang sifatnya bertentangan dengan sifat kita, kita akan cuba melawannya. Cuma, takut-takut kita jadi seperti spring yang hilang dayanya akibat tidak terlalu kuat.
Begitu juga dengan di alam maya - dunia internet. Kita juga boleh wujudkan suasana usrah di sini. Susana perkongsian ilmu. Cuma jika tidak dijaga dengan betul, mungkin boleh timbul salah faham. Jika semua rasa pendapat masing-masing betul, tiada pendapat baru yang tercetus akan cuba difahami.
Berlapang dada dalam setiap perbincangan.

Monday, July 18, 2011

Kenali As-Syahid Imam Hassan Al Banna

Inilah Aku, Siapakah Anda?:)
Alhamdulillah...akhirnya saya ada kelapangan sebentar untuk mencari maklumat. Untuk minggu ini, saya akan membawa anda untuk mengenali pemimpin kepada gerakan islam di Mesir iaitu As-Syahid Imam Hassan Al Banna.


Seorang wartawan bertanya kepada Imam Asy-Syahid perihal dirinya dan meminta beliau untuk menjelaskan sendiri keperibadiannya kepada orang ramai. Lalu Imam Asy-Syahid menjawab:
" Aku musafir yang mencari kebenaran. Seorang manusia yang mencari erti kemanusiaan di antara manusia. Seorang warganegara yang mencari negerinya kemuliaan, kebebasan, kestabilan dan kehidupan yang baik dalam naungan Islam yang suci.

Aku adalah seorang yang memahami kewujudannya, lalu dia berseru, " Sesungguhnya, solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang muslim. Inilah aku, siapakah anda? ".

Pembunuhan As-Syahid Imam Hassan Al-Banna. (Sumber artikel)

PERGINYA SEORANG PEJUANG MENEMUI KEKASIH SEJATI: ASY-SYAHID IMAM HASAN AL-BANNA.

Tanggal 12 Februari 1949 telah meninggalkan sejarah hitam bagi gerakan Islam seluruhnya. Dunia kehilangan seorang ulama' ulung yang mempelopori gerakan mengemblikan Islam ke puncak kegemilangannya.

As Syahid Hassan Al Banna belum sempat melihat Islam didaulatkan kembali setelah kejatuhan khilafah Othmaniyyah, tetapi beliau telah menang dalam pertarungan mendapatkan syahid. Pemergian beliau bukan secara kebetulan, tetapi ia merupakan pembunuhan kejam yang terhasil daripada perancangan musuh-musuh Islam yang berselindung di belakang Raja Faroq.

Dua bulan sebelum kejadian, gerakan Islam yang diasaskan oleh As Syahid Hasan Al Banna telah diharamkan oleh kerajaan Mesir. Kesemua cawangannya di sana yang berjumlah lebih daripada 3,000 diarahkan supaya dibubarkan dan sekiranya masih beroperasi akan dikira sebagai pertubuhan haram, pelampau dan pengganas.

Bukanlah suatu yang baharu bagi pemimpin Mesir menjadi 'pak turut' kepada negara-negara Barat. Dalam mengharamkan gerakan Islam ini, kerajaan Mesir secara jelas mengikut telunjuk Amerika Syarikat, Perancis dan Britain.

As Syahid Syed Qutub yang berada di Amerika ketika pembunuhan Hasan AlBanna menceritakan bagaimana rakyat Amerika Syarikat berpesta apabila menerima berita kematian Hassan Al Banna


TRAGEDI

Ketika kejadian, Hassan Al Banna berjalan bersendirian di jalan Ramsis,Kaherah berhampiran dengan pejabat Jam'iyatus Syubbanil Muslimin(Persatuan Pemuda Islam). Bukti perancangan mereka terbukti apabila jalan yang biasanya sibuk itu menjadi lengang. Lampu-lampu jalan dipadamkan , semua kedai dan restoran ditutup dan tidak ada kenderaan yang dibenarkan melalui jalan berkenaan kecuali sebuah teksi yang beberapa kali berulang-alik mencari 'sesuatu.'

Oleh kerana tiada kenderaan lain, Imam Al Banna menahan teksi berkenaan untuk pulang ke rumahnya. Dengan tidak disangka-sangka, sebaik sahaja teksi berkenaan berhenti di hadapan beliau, tubuh beliau terus dirobek oleh peluru-peluru yang dimuntahkan oleh senjata pemandu teksi berkenaan.

Bagi menyempurnakan lakonan sendiwara seterusnya, Imam Al Banna di bawa ke Hospital Al Qasrul Aini. Di hospital berkenaan, dengan arahan daripada Raja (Al Malik) Faroq, Imam Al Bana di tinggalkan bersendirian tanpa diberi rawatan kecemasan hinggalah beliu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Tarikh 12 Februari, lebih 53 tahun yang lalu menjadi saksi pembunuhn kejam dan terancang pihak berkenaan ke atas imamul-jihad, As Syahid Hasan Al Banna.

Bukti Perancangan semakin terserlah apabila pada 4/7/49 kerajaan Al Malik Faroq mengisytiharkan anugerah khas kepada konspirator utama yang merancang pembunuhan berkenaan, iaitu ketua di jabatan siasatan jenayah Kementerian Dalam Negeri, Amir Mahmud Bek Abdul Majid dan pemandu serta pemilik teksi berkenaan.

Mereka dianugerahkan elaun khas di atas 'jasa dan kesungguhan berkhidmat memastikan keamanan negara.'


TEKANAN

Bergembiralah musuh-musuh Islam dengan kejayaan mereka membunuh pengasas gerakan Islam pertama di dunia selepas kejatuhan khilafah Othmaniyyah.

Dengan kejayaan mereka membunuh Imam Al Banna,maka bertambahlah tekanan demi tekanan ke atas pengikut-pengikut serta anak-anak murid Imam Al Banna. Mereka mencari anggota Ikhwanul Muslimun dari rumah ke rumah serta memenjarakan mereka.

Rumah AsSyahid Imam Al Banna tidak terkecuali daripada pemeriksaan. Bahkan mereka mengadakan kawalan khas di sekeliling rumah berkenaan selama dua tahun.
Sesiapapun tidak dibenarkan menghubungi keluarga Imam Al Banna.Sesiapa yang cuba menghubungi keluarga berkenaan akan ditangkap dan dipenjarakan.

Talian telefon di rumah berkenan dipotong.Tidak cukup dengan itu, mereka akhirnya mengeluarkan arahan supaya rumah berkenaan dirobohkan dengan alasan ianya sudah usang dan dibimbangkan membahayakan orang ramai, sedangkan rumah berkenan masih dalam keadaan elok.

Kebimbangan mereka ke atas dakwah Ikhwan ternyata sekali apabila jenazah As Syahid tidak dibenarkan diiringi oleh sesipapun di kalangan lelaki. Jenazah beliau diiringi oleh para malaikat dan kaum ibu ke kubur. Lelaki yng mengiringi beliau hanyalah bapanya, Imam Abdul Rahman Al Banna dan Syeikh Makram Abid.

Tekanan ke atas anggota-anggota Ikhwan berterusan walaupun Al Malik Faroq sudah tidak berkuasa lagi di bumi Mesir. Tahun-tahun 1954, 1965 dan 1981 telah merakamkan seribu satu macam kengerian di atas penyiksaan yang dikenakan ke atas anggota Ikhwan.

Ramai ulama' dibunuh ditali gantung. Tidak kurang juga yang disiksa dengan pelbagai jenis penyiksaan di dalam penjara yang tidak diketahui di mana letaknya.


GAGAL

Musuh-musuh Islam menyangka mereka berjaya menyekat dakwah Islmiyyah dengan membunuh Imam Al Banna dan menekan pengikut-pengikutnya. Sebaliknya kehendak Allah mengatasi segala-galanya.

Dakwah Islamiyyah ini semakin tersebar keseluruh pelusuk dunia. Di sebahagian besar negara Arab kemudiannya ditubuhkan cawangan Ikhwnul Muslimun. Di Turkey ditubuhkan RefahPartisi. Di India, Pakistan Bangladesh ditubuhkan Jamaat-E-Islami. Di Malaysia ditubuhkan Hizbul Muslimin yang kemudiannya diharamkan olehInggeris dan digantikan dengan Parti Islam Se-Tanah Melayu (PAS). Di Indonesia, umat Islam menubuhkan Mayumi. Di Palestin di tubuhkan Hamas dan begitulah seterusnya. Parti dan gerakan Islam satu demi satu bercambah hasil daripada 'biasan sinar dakwah' Imam Al Banna rahimahullah.


MENGAPA DIBUNUH?

Ramai berpendapat, Imam Al Banna tidak akan dibunuh jika beliau tidak menyertai jihad menentang Israel

Maka 'jihad'lah yang menjadi punca kemarahan musuh-musuh Islam. Sebelum itu mereka tidak begitu gentar terhadap dakwah Imam Al Banna.

Dakwah yang dilakukan oleh beliau di Mesir adalah dakwah yang penuh dengan hikmah; mengajak manusia kembali kepada Allah, melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Hasan Al Banna tidak pernah mengkafirkan sesiapa sesuka hati. Tidak pernah mengarahkan sesiapa melakukan pembunuhan ke atas pemimpin-pemimpin tertentu dan tidak pernah merancang untuk menggulingkan kerajaan secara kekerasan.

Dakwah sebegini lazimnya tidak mengundang sebarang tindakan negatif pihak musuh. Tetapi sebaik sahaja melihat kejayaan beliau mengajak umat Islam Mesir menyertai peperangan terhadap penjajah Israel di bumi Palestin, maka musuh-musuh Islam merasa gerun.

Mereka bimbang, orang yang mampu mempengaruhi orang ramai ini akan menumbangkan kuasa mereka suatu hari kelak. Peritiwa ini seakan-akan sama dengan peristiwa Singapura diserang todak. Budak yang berjaya menyelamatkan Singapura daripada diserang todak itu akhirnya dibunuh kerana dibimbangi kepintarannya itu akan menyebabkan kuasa raja tumbang suatu hari kelak.


JASA 1948

Betapa besarnya jasa Imam Al Banna dalam menggerakkan umat Islam berjihad menentang Yahudi! Dalam keadaan umat Islam terlena dibuai mimpi-mimpi indah, beliau menyedarkan mereka supaya bangkit dan menghalau penjajah di BaitulMaqdis.

Mereka bangkit dan berada di barisan hadapan daripada pasukan tentera Mesir ketika itu. Dengan semangat jihad yang kental yang ditanam oleh Imam Al Banna mereka melangkah gagah dan hampir setiap pertempuran menyaksikan kemenangan berpihak kepada mereka.

Ketika mereka sudah berada dipinggir Tel Aviv, kerajaan Mesir memanggil pulang. Dan apabila pulang, mereka dapati pemimpin mereka, Imam AlBanna telah dibunuh dengan kejam.

Bahkan mereka yang pulang itu pula ditangkap dan dipenjarakan. Kepulangan mereka bukan disambut dengan bunga manggar mahupun anugerah pahlawan. Bahkan mereka disambut dengan penjara dan tali gantung.

Bermula tanggal berkenaan,Yahudi kembali berkuasa ke atas seluruh Palestin sehinggalah ke hari ini. Mereka kembali melakukan kekejaman ke atas umat Islam tanpa mengira lelaki mahupun wanita, dewasa mahupun kanak-kanak, muda mahupun tua.

Dr Ahmad Al-Malat, Pengerusi Persatuan Perubatan Islam Kaherah yang merupakan salah seorang anak murid Imam Al Banna berkata,“Kalaulah tidak kerana pengkhianatan yang dilakukan ke atas Imam alBanna nescaya tinta sejarah (Paletin) telah berubah (insya Allah).”

Dr Al-Malat adalah salah seorang doktor bedah yang ditugaskan oleh Imam Al Banna untuk menyertai peperangan menentang Yahudi di Paletin. Beliau memberikan khidmat kepakarannya kepada mujahidin yang tercedera.

Bersempena ulang tahun pemergian Imam Al Banna, Dr Al-Malat yang sudah lanjut usianya berpesan kepada pemuda-pemuda gerakan Islam yang sedang ditekan di seluruh dunia, “Kita mahu pemuda-pemuda yang berkata kepada dunia, 'Cukuplah....'. Kita mahu pemuda-pemuda yang sentiasa bersedia untuk berhadapan dengan musuh... Sesungguhnya pertembungn di antara hak dan batil berterusan tanpa henti. Dan kita adalah tentera di pihak yang hak. Untuk itu kita perlu menggantikan panglima ini (Imam Al Banna)yang telah menjual dunia dan membeli keredhaan Allah...”


MENCARI AL BANNA KEDUA

Kini, ketika dunia sedang menyaksikan penindasan berterusn ke atas umat dan gerakan Islam, kita mengharapkan Allah melahirkan seorang lagi pemimpin Islam seperti Hassan Al Banna.

Tidak adakah seorang dikalangan umat Islam kini yang mampu mengembalikan maruah Islam setelah dirobek-robekkan oleh Amerika, Britain, Israel, Perancis dan sekutu mereka di Palestin, Afghanistan, Iraq, Mindanao, Checnya,Kashmir dan lain-lain.

Sudah tibakah masa yang dijanjikan Allah, apabila umat terdahulu diuji dan dicuba lantas berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:


"Bilakah akan datangnya pertolongan Allah?"

Allah menjawab: "Ketahuilah, pertolongan Allah semakin hampir." dan pada1948. Mana mungkin imamul-jihad ini berdiam diri melihat Yahudi meratah-ratah daging saudaranya di bumi Isra'. Sebab itulah beliau menyandang senjata dan mengerahkan umat Islam supaya berjihad, menyahut seruan Allah di dalam Al Quran.